Cuma cerita #part 3
Hai readers :)
How are you? I hope your day is pleasure😊
Oke, karena sudah lama tidak berbagi cerita. Di episode ketiga kali ini aku akan membagikan pengalamanku seputar traveling ke Bali. Semoga ada hal positif yang bisa kalian ambil dalam ceritaku kali ini.
Enjoy..
Mari kita mulai ...
Pagi itu aku bersama adikku berangkat menuju stasiun kota Sidoarjo. Kami hendak pergi ke pulau Bali menggunakan kereta Api. Kami berangkat dari rumah pada pukul 05.00 pagi diantar oleh ibu. Jadwal kedatangan kereta di sidoarjo sekitar pukul 06.00 pagi. Sebelum masuk ke dalam stasiun kami sempatkan untuk sarapan bersama dan membeli beberapa snack untuk mengganjal perut di perjalanan. Kali ini menggunakan kereta api probowongi dengan relasi tujuan akhir stasiun ketapang banyuwangi. Setelah semua sudah siap kami pun berpamitan kepada ibu. Setelah itu, kami bergegas untuk cek in ticket kereta. saat cek in, kami mendapatkan sedikit problem karena sertifikat vaksin kedua adikku belum keluar. Tapi beruntungnya, dia membawa surat keterangan sudah vaksin kedua akhirnya kami pun dipersilahkan untuk masuk. Sedikit degdegan, karena takut batal berangkat😆
Sambil menunggu kereta datang kami mengabadikan suasana di dalam stasiun. Tak lama, kereta pun datang. Kami berdua bergegas untuk naik. Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan pemandangan yang cantik dan asri. Perjalanan menuju stasiun ketapang-banyuwangi ditempuh kurang lebih 7-8 jam sesekali kami berjalan ke restorasi, gerbong lain, dan kamar mandi untuk mengatasi rasa kantuk yang datang. Selama perjalanan, kami bergantian tidur karena untuk menjaga barang-barang yang kami bawa.
Tak terasa 8 jam perjalanan kita lalui, kami hampir sampai di stasiun tujuan yakni Stasiun Ketapang Banyuwangi. Sesampainya di tujuan kami beristirahat sejenak untuk kembali meluruskan punggung dan kaki yang ditekuk selama perjalanan (maklum kali ini tripnya memakai kereta ekonomi). Karena hari sudah mulai siang dan kami harus segera naik kapal jadi kami putuskan untuk tidak beristirahat terlalu lama. Perjalanan menuju pelabuhan sekitar 10-15 menit dengan berjalan kaki. Kami sudah memesan tiket secara online di aplikasi feryzi (maaf kalo tulisannya salah) setelah itu kami berjalan menuju kapal yang akan mengantarkan kita menyebrang dari pelabuhan ketapang menuju pelabuhan gilimanuk. Perjalanan menggunakan kapal sekitar 30 menit-1 jam (tergantung cuaca dan faktor lainnya). Di dalam kapal, kami melaksanakan sholat duhur secara bergantian.
Setelah selesai sholat, kami menuju tempat duduk penumpang. Kami memilih tempat duduk yang dekat dengan lemari pelampung agar ketika dibutuhkan kami lansung cepat dan sigap memakainya. Siang itu sebenarnya kami sedikit ketakutan karena cuaca saat itu tidak bersahabat. Ombak yang besar sesekali membuat kapal yang kami tumpangi bergoyang ke kanan dan ke kiri dengan kencang. Saat itulah kami berpasrah kepada Allah dengan senantiasa berdoa dan bersholawat agar kita selalu dijaga dan dilindungi serta diberi keselamatan sampai tujuan.
Alhamdulillah, setelah melewati ombak yang bergitu besar kurang lebih 1 jam diatas kapal kami berhasil mendarat di pelabuhan gilimanuk dengan selamat. Selanjutnya kami bergegas menuju pintu keluar. kami mampir terlebih dahulu dirumah pak de dan bude di jalan gurami asih gilimanuk untuk beristirahat sebentar.
Total perjalanan yang sudah kami tempuh sekitar 9 jam lebih. Cerita perjalanan menuju Denpasar via jalur darat akan kami lanjutkan pada episode ke empat.
See you on the next story...
Any question or other. Please write on the comment in bellow. Thank you for support💕
Comments
Post a Comment