Sebuah sajak kehaluan

Selamat siang,
Hai jumpa lagi dengan saya 
saya ingin bercerita tentang masa muda
kegemaran saya kini berbeda
"menghalu" itu yang kini sedang aku suka
tidak salah jika aku sering menitipkan pesan disudut cakrawala

sebagian orang pasti berkata kegemaranmu tidak berkelas
baiklah, aku terima komentar itu dengan ikhlas
walau ternyata aku bohong. tubuhku sangat lemas
menerima kenyataan yang amat pedas

menghalu
adalah aktivitas yang membuatku berpikir bahwa dia selalu disampingku
nyatanya tidak. hanya "halu"
tapi itu seru
seolah-olah ada dirimu. ternyata hanya bayangmu

senyumanmu sangat hangat
tapi tak mampu memeluk tubuhku yang dingin ini dengan hangat

ah, sebal rasanya lagi-lagi aku menghalu
bahwa aku bisa memiliki dirimu
bahwa jiwa ragamu tercipta hanya untukku
bahkan tulang rusuk itu aku pikir kamu
sungguh terlalu

kini aku sudah letih dengan kegemaranku ini
tidak membuatku semakin memiliki
justru membuatku semakin dijauhi
tidak untung malah rugi
yang ku dapati hanya sakit hati

-sekian-

Comments

Popular posts from this blog

CERPEN

METODE TAFSIR