Cuma cerita #part2

 2021..

Hai readers :)

Sudah lama rasanya blog ini tanpa postingan. Doa gue sih mulai hari ini aktif lagi nulis di blog. yaa walaupun hanya sekedar tulisan pendek. Aku harap kalian bisa memetik hal positif  ketika membaca tulisan ini. 

Enjoy ...

Oke kita mulai ..

Di akhir tahun 2020 banyak banget duka yang gue rasain. Mulai dari lulus kuliah dengan predikat "lulusan corona" hingga harus rawat inap untuk yang pertama kali. Mungkin saat itu aku belum bisa menerima kenyataan bahwa aku harus tetap berjuang dengan kondisi yang sedemikian jauh dari harapanku. Finally aku harus jatuh sakit untuk beberapa kali..

Bicara soal jatuh sepertinya bukan kali pertama aku rasakan. Tapi, kali ini memang benar-benar sakit. bukan lagi hanya sakit raga, jiwa pun ikut sakit. Rasa-rasanya bila aku pergi memeriksakan diri pantasnya bukan ke dokter umum tapi ke psikiater. Saking setresnya aku :(

But, in this years. Sedikit demi sedikit udah mulai lupa, udah mulai bisa menerima kalau aku memang harus berjuang lagi dari 0. Berusaha melupakan semua mimpi-mimpi indah semasa kuliah yang tak akan bisa nyata. Alhamdulillah, di awal tahun aku banyak sekali mendapatkan kejutan. Salah satunya adalah aku bisa diterima kerja di salah satu lembaga pendidikan. Yes, sesuai dengan cita-cita ku I want to help someone everything especially childern. Mereka adalah harapan bangsa yang harus dirawat dengan sepenuh hati. Thank you Allah, mother, father and all my friend for prayer to me n big supporting me. I very gratefull for this.

Day to day im enjoy for my new job..

But, seketika berubah saat semua orang menyandarkan harapnya padaku. Rasanya beban ini semakin hari semakin berat. Every day scared if i get some massage from my partner. itu terjadi setiap hari. perasaan ini hampir terjadi selama 4 bulan. Ini sangat membuat psikis ku kembali down. Aku kembali menangis setiap malam dan selalu bertanya "kenapa jadi seperti ini?" aku kembali tidak menerima kenyataan bahwa aku sekarang seorang yang memiliki beban yang berat.

Setelah melewati masa kritis dalam hidup. Akhirnya aku berhasil menemukan goals dari itu semua. Pada akhirnya aku bisa menyimpulkan bahwa hidup itu harus dinikmati dan disyukuri apapun itu. Mau sebagus apapun pekerjaan yang dilakukan tetap sama, semua pasti mempunyai resiko. Sebagai seorang muslim aku diajari untuk selalu mengucap hamdalah atas segala pemberian-Nya serta menyandarkan takdir hidupku padaNya. Sekarang tugasku sebagai manusia adalah berusaha dan berdoa dengan maksimal. Allah tahu yang terbaik untuk makhluknya. :)


So, be the best person in your life. Remember! we not life just to yourself but to other person. Be nice person n see you on next story :)


if you have same story, you can comment on bellow. Thank you💓



Comments